<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955</id><updated>2011-04-22T00:46:10.208+07:00</updated><title type='text'>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</title><subtitle type='html'>Sekretariat jl.BRI radio dalam kebayoran baru jakarta selatan stmik jakarta sti&amp;k email:ksl_stmikjkt@yahoo.com
hompage:www.ksl-stmikjakarta.cjb.id</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-5489473741246457899</id><published>2007-03-30T23:24:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T23:35:57.949+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="700"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#ffffff" valign="top" width="11"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td bgcolor="#ffffff" valign="top" width="438"&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;BGP-Peer, Memisahkan Routing dan Bandwidth Management&lt;/h3&gt;  &lt;br /&gt; &lt;p&gt;Dalam artikel ini, akan dibahas cara untuk melakukan BGP-Peer ke BGP Router Mikrotik  Indonesia untuk melakukan pemisahan gateway untuk koneksi internet internasional  dan OpenIXP (NICE). Setelah pemisahan koneksi ini dilakukan, selanjutnya akan dibuat  queue untuk tiap klien, yang bisa membatasi penggunaan untuk bandwidth internasional  dan OpenIXP (NICE).  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa asumsi yang akan dipakai untuk kasus kali ini adalah : &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Router memiliki 3 buah interface, yang masing-masing terhubung ke gateway internasional,  gateway OpenIXP (NICE), dan ke network klien.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk koneksi ke OpenIXP (NICE), router milik Anda harus memiliki IP publik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk klien, akan menggunakan IP private, sehingga akan dilakukan NAT (network  address translation)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mikrotik RouterOS Anda menggunakan versi 2.9.39 atau yang lebih baru, dan mengaktifkan  paket routing-test&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-09.png" border="0" height="373" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika Anda menghadapi kondisi yang tidak sesuai dengan parameter di atas, harus  dilakukan penyesuaian.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/line.gif" border="0" height="18" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENGATURAN DASAR&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diagram network dan konfigurasi IP Address yang digunakan pada contoh ini adalah  seperti gambar berikut ini.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-01.png" border="0" height="336" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mempermudah pemberian contoh, kami mengupdate nama masing-masing interface  sesuai dengan tugasnya masing-masing. &lt;br /&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#ffffcc"&gt; &lt;pre&gt;[admin@MikroTik] &gt; /in pr&lt;br /&gt;Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running&lt;br /&gt;#    NAME            TYPE   RX-RATE  TX-RATE  MTU&lt;br /&gt;0  R ether1-intl     ether  0        0        1500&lt;br /&gt;1  R ether2-iix      ether  0        0        1500&lt;br /&gt;2  R ether3-client   ether  0        0        1500&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konfigurasi IP Address sesuai dengan contoh berikut ini. Sesuaikanlah dengan  IP Address yang Anda gunakan. Dalam contoh ini, IP Address yang terhubung ke OpenIXP (NICE)  menggunakan IP 202.65.113.130/29, terpasang pada interface ether2-iix dan gatewaynya  adalah 202.65.113.129. Sedangkan untuk koneksi ke internasional menggunakan IP  Address 69.1.1.2/30 pada interface ether1-intl, dengan gateway 69.1.1.1. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk klien, akan menggunakan blok IP 192.168.1.0/24, dan IP Address 192.168.1.1  difungsikan sebagai gateway dan dipasang pada ether3-client. Klien dapat menggunakan  IP Address 192.168.1-2 hingga 192.168.1.254 dengan subnet mask 255.255.255.0.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-02.png" border="0" height="79" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan lupa melakukan konfigurasi DNS server pada router, dan mengaktifkan fitur  "allow remote request". &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena klien menggunakan IP private, maka kita harus melakukan fungsi src-nat  untuk kedua jalur gateway. &lt;br /&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#ffffcc"&gt; &lt;pre&gt;[admin@MikroTik] &gt; /ip fi nat pr&lt;br /&gt;Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic&lt;br /&gt;0   chain=srcnat out-interface=ether1-intl action=masquerade&lt;br /&gt;1   chain=srcnat out-interface=ether2-iix action=masquerade&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;CEK: Pastikan semua konfigurasi telah berfungsi baik. Buatlah default route pada  router secara bergantian ke IP gateway OpenIXP (NICE) dan internasional. Lakukanlah ping  (baik dari router maupun dari klien) ke luar network Anda secara bergantian.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/line.gif" border="0" height="18" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENGATURAN BGP-PEER&lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama-tama, pastikan bahwa Anda menggunakan gateway internasional Anda sebagai  default route, dalam contoh ini adalah 69.1.1.1. Kemudian Anda perlu membuat sebuah  static route ke mesin BGP Mikrotik Indonesia, yaitu IP 202.65.120.250. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu periksalah apakah Anda bisa melakukan ping ke 202.65.120.250. Periksalah  juga dengan traceroute dari router, apakah jalur pencapaian ke IP 202.65.120.250  telah melalui jalur koneksi yang diperuntukkan bagi trafik OpenIXP (NICE), dan bukan melalui  jalur internasional.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-03.png" border="0" height="112" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, Anda harus mendaftarkan IP Address Anda di website Mikrotik Indonesia  untuk mengaktifkan layanan BGP-Peer ini. Aktivasi bisa dilakukan di &lt;a href="http://www.mikrotik.co.id/user_bgp_aktivasi.php"&gt;halaman ini&lt;/a&gt;.  IP Address yang bisa Anda daftarkan hanyalah IP Address yang bisa di-ping dari  mesin kami, dan juga harus sudah diadvertise di OIXP. Aturan selengkapnya mengenai  penggunaan layanan ini bisa dibaca di &lt;a href="http://www.mikrotik.co.id/index_lihat.php?id=22"&gt;halaman ini&lt;/a&gt;.  Setelah Anda mendaftarkan IP  Address Anda, jika semua syarat sudah terpenuhi, Anda akan diinformasikan bahwa  aktivasi layanan BGP-Peer Anda sudah sukses. Selanjutnya Anda bisa melihat status  layanan BGP Anda di &lt;a href="http://www.mikrotik.co.id/user_bgp_manage.php"&gt;halaman ini&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;BGP Router Mikrotik Indonesia akan menggunakan IP Address 202.65.120.250 dan  AS Number 64888, dan Router Anda akan menjadi BGP Peer dengan menggunakan AS Number  64666. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikutnya adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan pada router Anda. Pertama-tama  Anda harus membuat beberapa prefix-list untuk BGP ini. Untuk prefix yang akan  Anda terima, untuk alasan keamanan dan hematnya agregasi routing, maka Anda perlu  melakukan setting untuk menerima hanya prefix 8 hingga 24. Prefix 0 sampai 7,  dan 25 sampai 32 akan Anda blok. Prefix ini kita berinama prefix-in. Untuk prefix-in  yang accept, harap diperhatikan bahwa Anda perlu menentukan gateway untuk informasi  routing ini, yaitu IP gateway OpenIXP (NICE) Anda. Dalam contoh ini adalah 202.65.113.129.  Gantilah IP ini sesuai dengan gateway OpenIXP (NICE) Anda.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan karena sifat BGP-Peer ini hanya Anda menerima informasi routing saja,  di mana Anda tidak dapat melakukan advertisement, maka harus dilakukan blok untuk  semua prefix yang dikirimkan, dan kita beri nama prefix-out. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut ini adalah konfigurasi prefix list yang telah dibuat.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-04.png" border="0" height="86" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahap selanjutnya adalah konfigurasi BGP instance. Yang perlu di-set di sini hanyalah  AS Number Anda, pada kasus ini kita menggunakan AS Number private, yaitu 64666.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-05.png" border="0" height="78" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan langkah terakhir pada konfigurasi BGP ini adalah konfigurasi peer.  AS Number BGP Router Mikrotik Indonesia adalah 64888 dan IP Addressnya adalah 202.65.120.250.  Karena kita sulit menentukan berapa hop jarak BGP Router Mikrotik Indonesia dengan Router  Anda, maka kita melakukan konfigurasi TTL menjadi 255. Jangan lupa mengatur rule prefix-in  dan prefix-out sesuai dengan prefix yang telah kita buat sebelumnya.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-06.png" border="0" height="90" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah langkah ini, seharusnya BGP Router Mikrotik sudah dapat terkoneksi dengan  Router Anda. Koneksi ini ditandai dengan status peer yang menjadi "established"  dan akan dicantumkan pula jumlah informasi routing yang diterima. Anda juga bisa  mengecek status peer ini dari sisi BGP Router Mikrotik Indonesia dengan melihat  pada &lt;a href="http://www.mikrotik.co.id/user_bgp_manage.php"&gt;halaman ini&lt;/a&gt;.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-07.png" border="0" height="153" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cek pula pada bagian IP Route, seharusnya sudah diterima ribuan informasi routing,  dan pastikan bahwa gatewaynya sesuai dengan gateway OpenIXP (NICE) Anda, dan berada pada  interface yang benar, dalam contoh ini adalah "ether2-iix".  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-08.png" border="0" height="401" width="374" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika semua sudah berjalan, pastikan bahwa penggunaan 2 buah gateway ini sudah  sukses dengan cara melakukan tracerute dari router ataupun dari laptop ke beberapa  IP Address baik yang berada di internasional maupun yang berada di jaringan OpenIXP (NICE). &lt;br /&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#ffffcc"&gt; &lt;pre&gt;C:&gt;tracert www.yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tracing route to www.yahoo-ht2.akadns.net&lt;br /&gt;[209.131.36.158]&lt;br /&gt;over a maximum of 30 hops:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1    &lt;1 ms    &lt;1 ms    &lt;1 ms  192.168.1.1&lt;br /&gt;2     1 ms    &lt;1 ms    &lt;1 ms  69.1.1.1&lt;br /&gt;3   222 ms   223 ms   223 ms  157.130.195.13&lt;br /&gt;4   222 ms   289 ms   222 ms  152.63.54.118&lt;br /&gt;5   226 ms   242 ms  ^C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C:&gt;tracert www.cbn.net.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tracing route to web.cbn.net.id [210.210.145.202]&lt;br /&gt;over a maximum of 30 hops:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1    &lt;1 ms    &lt;1 ms    &lt;1 ms  192.168.1.1&lt;br /&gt; 2     1 ms    &lt;1 ms     1 ms  202.65.113.129&lt;br /&gt; 3    11 ms    12 ms   127 ms  218.100.27.218&lt;br /&gt; 4    21 ms    41 ms    21 ms  218.100.27.165&lt;br /&gt; 5    22 ms    24 ms  ^C&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;    &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/line.gif" border="0" height="18" width="438" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENGATURAN BANDWIDTH MANAGEMENT&lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah semua routing dan BGP Peer berjalan dengan baik,  yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengkonfigurasi bandwidth management. Untuk contoh ini kita akan menggunakan mangle dan queue tree.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena network klien menggunakan IP private, maka kita perlu melakukan connection tracking pada mangle. Pastikan bahwa Anda telah mengaktifkan  connection tracking pada router Anda.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img src="http://www.mikrotik.co.id/images/artikel/bgp-10.png" border="0" height="135" width="330" /&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk masing-masing trafik, lokal dan internasional, kita membuat sebuah rule mangle connection. Dari connection mark tersebut kemudian kita membuat packet-mark untuk masing-masing trafik. &lt;br /&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#ffffcc"&gt; &lt;pre&gt;[admin@MikroTik] &gt; /ip firewall mangle print&lt;br /&gt;Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic&lt;br /&gt;0   chain=forward out-interface=ether1-intl&lt;br /&gt;    src-address=192.168.1.2 action=mark-connection&lt;br /&gt;    new-connection-mark=conn-intl&lt;br /&gt;    passthrough=yes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1   chain=forward out-interface=ether2-iix&lt;br /&gt;    src-address=192.168.1.2 action=mark-connection&lt;br /&gt;    new-connection-mark=conn-nice&lt;br /&gt;    passthrough=yes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2   chain=forward connection-mark=conn-intl&lt;br /&gt;    action=mark-packet&lt;br /&gt;    new-packet-mark=packet-intl passthrough=yes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3   chain=forward connection-mark=conn-nice&lt;br /&gt;    action=mark-packet new-packet-mark=packet-nice&lt;br /&gt;    passthrough=yes&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk setiap klien, Anda harus membuat rule seperti di atas, sesuai dengan IP Address yang digunakan oleh klien.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah berikutnya adalah membuat queue tree rule. Kita akan membutuhkan 4 buah rule, untuk membedakan upstream / downstream  untuk koneksi internasional dan lokal. &lt;br /&gt;  &lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#ffffcc"&gt; &lt;pre&gt;[admin@MikroTik] &gt; queue tree print&lt;br /&gt;Flags: X - disabled, I - invalid&lt;br /&gt;0   name="intl-down" parent=ether3-client&lt;br /&gt;    packet-mark=packet-intl limit-at=0&lt;br /&gt;    queue=default priority=8 max-limit=128000&lt;br /&gt;    burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1   name="intl-up" parent=ether1-intl&lt;br /&gt;    packet-mark=packet-intl limit-at=0&lt;br /&gt;    queue=default priority=8 max-limit=32000&lt;br /&gt;    burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2   name="nice-up" parent=ether2-iix&lt;br /&gt;    packet-mark=packet-nice limit-at=0&lt;br /&gt;    queue=default priority=8 max-limit=256000&lt;br /&gt;    burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3   name="nice-down" parent=ether3-client&lt;br /&gt;    packet-mark=packet-nice limit-at=0&lt;br /&gt;    queue=default priority=8 max-limit=1024000&lt;br /&gt;    burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-5489473741246457899?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/5489473741246457899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=5489473741246457899' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/5489473741246457899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/5489473741246457899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/03/bgp-peer-memisahkan-routing-dan.html' title=''/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-5174895010052008172</id><published>2007-02-23T18:04:00.000+07:00</published><updated>2007-02-23T18:08:23.687+07:00</updated><title type='text'>Instalasi BIND</title><content type='html'>Anda bisa mendapatkan softare BIND yang paling baru dari website resmi ISC dengan alamat &lt;a href="http://www.isc.org/products/BIND"&gt;http://www.isc.org/products/BIND&lt;/a&gt;. Ketika tulisan ini dibuat versi calon rils (release candidate/rc) yang paling baru adalah 9.2.2rc1 (dirilis pada tanggal 14 Agustus 2002) dan versi stable 9.2.1 (dirilis pada tanggal 1 Mei 2002). Kebetulan mesin yang digunakan untuk percobaan adalah menggunakan sistem operasi Linux dengan distro Redhat 7.2 (Enigma), tentu anda bisa menggunakan distro favorit anda yang lain :). Karena pada distro Redhat pada instalasi default sudah menyertakan BIND dalam format RPM, maka langkah pertama adalah menghapus software tersebut dari sistem. Jika anda tidak menggunakan Redhat ataupun tidak ada software BIND yang telah ada, anda bisa melewati langkah berikut ini (INGAT, jika ada BIND yang telah jalan dan anda ingin melakukan upgrade, silakan kreatif dengan membuat salinan atau backup terlebih dahulu) :&lt;br /&gt;[root@wedus asfik]# for a in $(rpm -qa  grep ^bind); do rpm -e --nodeps $a; done&lt;br /&gt;[root@wedus asfik]# userdel -r named&lt;br /&gt;[root@wedus asfik]# rm -rf /var/named&lt;br /&gt;Diasumsikan anda terhubung ke internet dan terdapat utilitas wget untuk mendowload software dari ISC, jika anda telah mempunyai source BIND anda bisa melewati langkah berikut ini :&lt;br /&gt;[root@wedus asfik]# wget ftp://ftp.isc.org/isc/bind9/9.2.2rc1/bind-9.2.2rc1.tar.gz&lt;br /&gt;Kemudian kita mekarkan file source, melakukan kompilasi dan menambah user yang akan menjalakan BIND, pada proses make install akan terbentuk direktori /usr/local/named sebagai direktori utama dimana software ini disimpan :&lt;br /&gt;[root@wedus asfik]# tar -xzvf bind-9.2.2rc1.tar.gz&lt;br /&gt;[root@wedus asfik]# cd bind-9.2.2rc1&lt;br /&gt;[root@wedus bind-9.2.2rc1]# ./configure --prefix=/usr/local/named&lt;br /&gt;[root@wedus bind-9.2.2rc1]# make&lt;br /&gt;[root@wedus bind-9.2.2rc1]# make install&lt;br /&gt;[root@wedus bind-9.2.2rc1]# adduser -d /var/named -s /bin/false named&lt;br /&gt;Ganti direktori ke home direktori user named serta mendownload file named.root yang berisi tentang informasi dari root-servers :&lt;br /&gt;[root@wedus bind-9.2.2rc1]# cd /var/named&lt;br /&gt;[root@wedus named]# wget ftp://internic.net/domain/named.root&lt;br /&gt;Kemudian buat file untuk reverse PTR localhost (anda bisa menggunakan editor favorit anda, disini kita menggunakan vi) :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# vi db.127.0.0&lt;br /&gt;Isi file db.127.0.0 adalah :&lt;br /&gt;$TTL 86400&lt;br /&gt;@ IN SOA localhost. root.localhost. (&lt;br /&gt;2003021500 ; serial&lt;br /&gt;28800 ; refresh&lt;br /&gt;14400 ; retry&lt;br /&gt;3600000 ; expiry&lt;br /&gt;86400 ) ; minimum&lt;br /&gt;IN NS localhost.&lt;br /&gt;1 IN PTR localhost.&lt;br /&gt;Kemudian salin file db.127.0.0 ke alamat network IP anda (bisa IP intranet atau IP yang anda dapatkan dari ISP anda), disini dimisalkan network yang akan kita reverse adalah 10.126.24.0/24 dan IP 10.126.24.1 adalah IP dimana software BIND akan kita install :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# cp db.127.0.0 db.10.126.24&lt;br /&gt;Kemudian buat file yang berisi tentang zone dari localhost :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# vi db.localhost&lt;br /&gt;Isi dari file db.localhost adalah :&lt;br /&gt;$TTL 86400&lt;br /&gt;$ORIGIN localhost.&lt;br /&gt;@ IN SOA localhost. root.localhost. (&lt;br /&gt;2003021500 ; serial&lt;br /&gt;28800 ; refresh&lt;br /&gt;14400 ; retry&lt;br /&gt;3600000 ; expiry&lt;br /&gt;86400 ) ; minimum&lt;br /&gt;IN NS localhost.&lt;br /&gt;IN A 127.0.0.1&lt;br /&gt;Buat sebuah direktori untuk menyimpan file konfigurasi dari daemon program BIND :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# mkdir /usr/local/named/etc&lt;br /&gt;Buat file /usr/local/named/etc/named.conf yang akan dijadikan sebagai file konfigurasi dari program BIND :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# vi /usr/local/named/etc/named.conf&lt;br /&gt;Isi dari file /usr/local/named/etc/named.conf adalah :&lt;br /&gt;options {&lt;br /&gt;directory "/var/named";&lt;br /&gt;allow-transfer { 10.126.24.2/32; };&lt;br /&gt;pid-file "/var/named/named.pid";&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;logging {&lt;br /&gt;category lame-servers { null; };&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;zone "." IN {&lt;br /&gt;type hint;&lt;br /&gt;file "named.root";&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;zone "localhost" IN {&lt;br /&gt;type master;&lt;br /&gt;file "db.localhost";&lt;br /&gt;allow-update { none; };&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN {&lt;br /&gt;type master;&lt;br /&gt;file "db.127.0.0";&lt;br /&gt;allow-update { none; };&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;zone "24.126.10.in-addr.arpa" IN {&lt;br /&gt;type master;&lt;br /&gt;file "db.10.126.24";&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;Kemudian meng-generate file konfigurasi yang akan digunakan oleh program rndc, ingat hasil dari perintah rndc-confgen bisa jadi berbeda dengan apa yang ditampilkan disini :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# /usr/local/named/sbin/rndc-confgen&lt;br /&gt;Kemudian copy-paste dari hasil perintah tersebut diatas mulai dari baris "# Start of rndc.conf" sampai dengan baris "# End of rndc.conf", simpan dengan nama file /usr/local/named/etc/rndc.conf . Kemudian copy-paste lagi dengan menghilangkan tanda "#", mulai dari baris "# key "rndc-key"..." sampai dengan baris yang hampir paling bawah diatas baris "# End of named.conf " yaitu sampai dengan baris "};" kemudian tambahkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf . Sebagai contohnya adalah sebagai berikut ini, isi dari file /usr/local/named/etc/rndc.confmisalnya :&lt;br /&gt;# Start of rndc.conf&lt;br /&gt;key "rndc-key" {&lt;br /&gt;algorithm hmac-md5;&lt;br /&gt;secret "2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==";&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;options {&lt;br /&gt;default-key "rndc-key";&lt;br /&gt;default-server 127.0.0.1;&lt;br /&gt;default-port 953;&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;# End of rndc.conf&lt;br /&gt;Sedangkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf ditambahkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;key "rndc-key" {&lt;br /&gt;algorithm hmac-md5;&lt;br /&gt;secret "2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==";&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;controls {&lt;br /&gt;inet 127.0.0.1 port 953&lt;br /&gt;allow { 127.0.0.1; } keys { "rndc-key"; };&lt;br /&gt;};&lt;br /&gt;Atau mungkin anda bisa menggunakan trik dibawah ini (tapi mungkin tidak selalu berhasil seperti yang anda harapkan, use it at your own risk :) ) :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# /usr/local/named/sbin/rndc-confgen &gt; confgen.tmp&lt;br /&gt;[root@wedus named]# grep -v "^#" confgen.tmp &gt; /usr/local/named/etc/rndc.conf&lt;br /&gt;[root@wedus named]# grep "^#" confgen.tmp  sed 1,3d  sed -e "s/\# //g"  sed -e "s/End of named.conf//g" &gt;&gt; /usr/local/named/etc/named.conf&lt;br /&gt;[root@wedus named]# rm -rf confgen.tmp&lt;br /&gt;Kemudian langkah selanjutnya adalah mengubah kepemilikan home direktori dari user named, kemudian menjalankan daemon dari program BIND :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# chown -R named.named /var/named&lt;br /&gt;[root@wedus named]# /usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf&lt;br /&gt;Jika sukses anda bisa melihat pada file /var/log/messages pesan-pesan sebagai berikut :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# tail -f /var/log/messages&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: starting BIND 9.2.2rc1 -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: using 1 CPU&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: loading configuration from '/usr/local/named/etc/named.conf'&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: no IPv6 interfaces found&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: listening on IPv4 interface lo, 127.0.0.1#53&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: listening on IPv4 interface eth0, 10.126.24.1#53&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: command channel listening on 127.0.0.1#953&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone 24.126.10.in-addr.arpa/IN: loaded serial 2003021500&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone 0.0.127.in-addr.arpa/IN: loaded serial 2003021500&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: zone localhost/IN: loaded serial 2003021500&lt;br /&gt;Feb 15 12:54:18 wedus named[25139]: running&lt;br /&gt;Untuk mengaktifkan daemon BIND setiap kali komputer direstar, tambahkan perintah "/usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf" pada file rc.local didistro kesayangan anda. Jika anda menggunakan Redhat file rc.local terdapat pada direktori /etc, misalnya :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# echo "/usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf" &gt;&gt; /etc/rc.local&lt;br /&gt;Kemudian kita set resolver agar menggunakan name server localhost:&lt;br /&gt;[root@wedus named]# echo "nameserver 127.0.0.1" &gt; /etc/resolv.conf&lt;br /&gt;Testing query menggunakan name server localhost dengan perintah host :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# host 127.0.0.1&lt;br /&gt;1.0.0.127.in-addr.arpa domain name pointer localhost.&lt;br /&gt;[root@wedus named]# host localhost&lt;br /&gt;localhost has address 127.0.0.1&lt;br /&gt;Atau dengan menggunakan perintah dig :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# dig -x 127.0.0.1&lt;br /&gt;; &lt;&lt;&gt;&gt; DiG 9.2.2rc1 &lt;&lt;&gt;&gt; -x 127.0.0.1&lt;br /&gt;;; global options: printcmd&lt;br /&gt;;; Got answer:&lt;br /&gt;;; -&gt;&gt;HEADER&lt;&lt;- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 64212&lt;br /&gt;;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 1&lt;br /&gt;;; QUESTION SECTION:&lt;br /&gt;;1.0.0.127.in-addr.arpa. IN PTR&lt;br /&gt;;; ANSWER SECTION:&lt;br /&gt;1.0.0.127.in-addr.arpa. 86400 IN PTR localhost.&lt;br /&gt;;; AUTHORITY SECTION:&lt;br /&gt;0.0.127.in-addr.arpa. 86400 IN NS localhost.&lt;br /&gt;;; ADDITIONAL SECTION:&lt;br /&gt;localhost. 86400 IN A 127.0.0.1&lt;br /&gt;;; Query time: 1 msec&lt;br /&gt;;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)&lt;br /&gt;;; WHEN: Sat Feb 15 13:58:48 2003&lt;br /&gt;;; MSG SIZE rcvd: 93&lt;br /&gt;Jika anda tersambung ke internet anda bisa mencoba untuk query ke suatu host misalnya :&lt;br /&gt;[root@wedus named]# host www.its-sby.edu&lt;br /&gt;www.its-sby.edu is an alias for ns2.its-sby.edu.&lt;br /&gt;ns2.its-sby.edu has address 202.155.84.179&lt;br /&gt;Anda juga bisa mengeset client anda untuk menggunakan name server yang baru saja anda konfigurasi untuk melayani query. Untuk sistem operasi Windows 2000 Server (tm) adalah sebagai berikut : klik kanan pada "My Network Places" pilih "Properties", klik kanan pada "Local Area Connection" pilih "Properties", pilih pada "Internet Protocol (TCP/IP)" klik "Properties", klik radio button pada "Use the following DNS server addresses", isikan pada "Preferred DNS server" alamat IP dimana server DNS/BIND anda tersebut diinstall, disini diumpamakan IPnya adalah 10.126.24.1 . Untuk sistem operasi Windows98 (tm) adalah : dari menu "Start" klik "Settings", klik pada "Control Panel", klik pada "Network" klik pada "TCP/IP" pilih "Properties", pilih pada tabulasi "DNS Configuration" pilih pada "Enable DNS", kemudian pada "DNS Server Search Order" isikan alamat IP dimana server DNS/BIND anda tersebut diinstall, disini diumpamakan 10.126.24.1&lt;br /&gt;Sampai pada langkah ini anda telah mengkonfigurasi BIND sebagai "caching only name server" yang akan menjawab semua query DNS dan mengingat-ingat record tersebut ketika anda melakukan query pada suatu record DNS yang sama. Hal ini mungkin akan membantu anda memperpendek waktu yang anda butuhkan untuk mengqueri suatu record jika anda berada pada koneksi internet yang pas-pasan :) (misalnya dialup atau kabel modem).&lt;br /&gt;Jika anda terhubung ke sebuah ISP dan ingin membagi beban querydari client anda yang menuju ke server anda dengan server DNS ISP anda, maka anda bisa menggunakan opsi forwarder. Misalkan DNS server ISP anda mempunyai IP 10.11.12.1 dan 10.11.12.2 maka di file named.confpada seksi options, bisa anda tambahkan :&lt;br /&gt;forward first;&lt;br /&gt;forwarders {&lt;br /&gt;10.11.12.1;&lt;br /&gt;10.11.12.2;&lt;br /&gt;};&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-5174895010052008172?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/5174895010052008172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=5174895010052008172' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/5174895010052008172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/5174895010052008172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/instalasi-bind.html' title='Instalasi BIND'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-8192384382895799907</id><published>2007-02-23T18:01:00.000+07:00</published><updated>2007-02-23T18:02:56.476+07:00</updated><title type='text'>Sejarah BIND</title><content type='html'>Program DNS yang bernama JEEVES pertama kali diimplementasikan dan ditulis sendiri oleh Paul Mockapertis. Kemudian diteruskan oleh BIND (versi 4.8.3) yang diimplementasikan pada sistem operasi 4.3 BSD UNIX yang ditulis oleh Douglas Terry, Mark Painter, David Riggle dan Songnian Zhou dari Computer Systems Research Group (CSRG) pada Universitas California di Berkeley. Pada tahun antara 1985-1987, Kevin Dunlap seseorang dari Digital Equipment Corporation (DEC) bergabung dengan CSRG yang kemudian diikuti oleh Doug Kingston, Craig Partridge, Smoot Carl- Mitchell, Mike Muuss, Jim Bloom dan Mike Schwartz. Pemimpin dari proyek ini adalah Mike Karels dan O. Kure.&lt;br /&gt;BIND versi 4.9 dan 4.9.1 kemudian dirilis oleh DEC (yang sekarang diakusisi oleh Compaq Computer Corporation). Pemimpin dari proyek ini adalah Paul Vixie yang merupakan karyawan dari DEC serta dibantu oleh Phil Almquist, Robert Elz, Alan Barrett, Paul Albitz, Bryan Beecher, Andrew Partan, Andy Cherenson, Tom Limoncelli, Berthold Paffrath, Fuat Baran, Anant Kumar, Art Harkin, Win Treese, Don Lewis, Christophe Wolfhugel, dan lain-lainnya. BIND versi 4.9.2 kemudian diambil alih oleh Vixie Enterprises, dan Paul Vixie menjadi arsitek dan programmernya. BIND mulai dari versi 4.9.3 dan seterusnya kemudian diambil alih oleh Internet Software Consortium (ISC) dan akhirnya untuk pertama kalinya, pada tanggal 8 Mei 1997 Bob Halley dan Paul Vixie merilis versi BIND untuk keperluan produksi. Sekarang BINDversi 4 sudah mulai jarang digunakan, dan sebagai penggantinya adalah BIND versi 8 dan versi 9.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-8192384382895799907?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/8192384382895799907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=8192384382895799907' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/8192384382895799907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/8192384382895799907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/sejarah-bind.html' title='Sejarah BIND'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-7832739927520674025</id><published>2007-02-23T17:59:00.000+07:00</published><updated>2007-02-23T18:00:26.078+07:00</updated><title type='text'>Konsep dan hirarki DNS</title><content type='html'>DNS adalah suatu bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara lokal terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan (internet) dengan menggunakan skema client-server. Suatu program yang dinamakan name server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan resolver bagi client-client yang berhubungan ataupun menggunakannya.&lt;br /&gt;Struktur dari database DNS bisa diibaratkan dengan dengan struktur file dari sebuah sistem operasi UNIX. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan (label) misalnya, .org, .com, .edu, .net, .id dan lain-lainnya, yang relatif rerhadap puncaknya (parent).Ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada sistem file UNIX,seperti direktori bin, usr, var, etc dan lain sebagainya. Pada puncak root node dalam sebuah sistem DNS dinotasikan dengan "." atau "/" pada sistem file UNIX.&lt;br /&gt;Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada sistem file UNIX merupakan root direktori dari sebuah direktori. Hal ini pada sistem DNS disebut dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau subdirektori pada sistem file UNIX. Pada bagian subdomainjuga memungkinkan adanya subtree lagi yang bisa dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-7832739927520674025?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/7832739927520674025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=7832739927520674025' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/7832739927520674025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/7832739927520674025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/konsep-dan-hirarki-dns.html' title='Konsep dan hirarki DNS'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-163705874748470749</id><published>2007-02-23T17:55:00.000+07:00</published><updated>2007-02-23T19:06:53.205+07:00</updated><title type='text'>Sejarah DNS</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Pada tahun 1970an jaringan ARPAnet hanya terdiri dari beberapa ratus host saja. Pada waktu itu, sebuah file HOSTS.TXT yang berisi tentang semua informasi host-hosts tersebut masih bisa melayani setiap permintaan query dan menerjemahkan nama ke alamat IP (name-to-address-mapping).Pada sistem operasi berbasis UNIX, file /etc/hosts merupakan hasil dari pengolahan file HOSTS.TXT tersebut. File HOSTS.TXT pada waktu itu dikelola oleh Stanford Research Insitute Network Information Center (SRI-NIC) di Menlo Park, California. File tersebut tersebut didistribusikan ke semua host dan penggunanya hanya dengan menggunakan satu buah host (mesin/komputer) saja. Petugas administrasi dari ARPAnetbiasanya mengirimkan email kepada SRI-NIC tentang perubahan (termasuk penambahan maupun pengurangan) tentang informasi suatu host, dan dalam periode tertentu, mereka melakukan transfer file HOSTS.TXT yang paling baru (biasanya diperbaharui sekali dalam seminggu) dengan menggunakan protokol ftp. Seiring dengan berkembangnya jaringan ARPAnetdan penggunaan protokol TCP/IP, ukuran dari file HOSTS.TXT menjadi besar dengan bertambahnya jumlah host yang bergabung dengan jaringan ARPAnet. Kemudian timbul beberapa masalah dengan penggunaan file HOSTS.TXT ini, misalnya :&lt;br /&gt;Trafik dan Beban (Traffic and load)&lt;br /&gt;Beban mesin dan trafik (bandwith) di SRI-NIC dalam mendistribusikan file menjadi lebih berat dan besar&lt;br /&gt;Penamaan yang saling bentrok (name collisions)&lt;br /&gt;Pada file HOSTS.TXT tidak diperkenankan adanya dua buah nama host yang sama. Namun pada prakteknya, tidak ada cara untuk mencegah seseorang untuk menambahkan nama yang sama sehingga kemungkinan bisa menjadi bentrok dan pada akhirnya merusak skema yang telah ada&lt;br /&gt;Keaslian (consistency)&lt;br /&gt;Mengelola keaslian dan keutuhan sebuah file antar beberapa jaringan yang sedang berkembang pesat merupakan sesuatu hal yang sulit dilakukan&lt;br /&gt;Berangkat dari masalah-masalah tersebut diatas, ARPAnet membentuk suatu sistem alternatif pengganti dari sistem lama yang menggunakan file HOSTS.TXT. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah dalam pengelolaan tabel host yang sangat beraneka ragam dan masih menggunakan metode sentralisasi. Pada sistem yang baru, seorang sistem administrator memungkinkan untuk mengelola data secara loka, namun akan selalu update secara global di internet. Sistem yang menggunakan metode desentralisasi ini diharapkan akan mengurangi beban dan trafik, serta pengelolaan data dan proses update dari sebuah informasi akan menjadi lebih mudah.&lt;br /&gt;Paul Mockapertis dari University of Southern California Information Science Institute di Marina del Rey, California, dipilih sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap rancangan, desain, arsitektur dan implementasi dari sistem pengelolaan data host yang baru. Pada tahun 1984 beliau merilis RFC (Request For Comment) 882 dan RFC 883 yang menjelaskan tentang Domain Name System (DNS). Kemudian disusul dengan RFC 1034 dan RFC 1035 yang juga menambahkan tentang masalah kemanan DNS, penerapan (implementasi), pengelolaan (adminstrative),mekanisme pembaharuan data secara dinamis, serta kemanan data dalam sebuah domain dan lain-lainnya. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-163705874748470749?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/163705874748470749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=163705874748470749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/163705874748470749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/163705874748470749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/sejarah-dns.html' title='Sejarah DNS'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-4431631709418196773</id><published>2007-02-19T16:09:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T16:12:27.539+07:00</updated><title type='text'>Tux sebagai logo</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; cerita menarik yang menyebabkan TORVALDS menggunakan penguin sebagai logo dari sistem operasi Linux. Saat itu TORVALDS sedang berjalan jalan bersama &lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;ANDREW TRIDGELL&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; (Penyusun Sambatypeset@protect @@footnote SF@gobble@opt Samba adalah sebuah program yang memungkinkan mesin Unix (termasuk Linux) berkomunikasi dengan Windows dalam sebuah jaringan. Bahasan yang cukup detail tentang Samba dapat Anda temukan di bab IV) ) disebuah taman. Tiba tiba TORVALDS dipatok pinguin, dan semenjak itu Ia mengalami demam selama berhari hari. Dia pikir, karakter ini cocok untuk mewakili Linux. Ia ingin pemakainya menjadi demam alias tergila-gila untuk menggunakan dan mengotak atik Linux. Dan ternyata, apa yang dibayangkannya menjadi kenyataan. Hampir setiap pemakai saat pertama kali berkenalan dengan Linux menjadi susah tidur, dan menghabiskan waktunya berjam-jam didepan komputer untuk bermain main dengan Linux. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Visualisasi logonya dikompetisikan kepada umum lewat diskusi pada mailing list Linux Kernel. Pencetusnya adalah ALAN COX, dan logo terpilih diberi nama Tux, dibuat oleh LARRY EWING (&lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;http://www.isc.tamu.edu/lewing/linux&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Gambar 1 Tux, penguin logo Linux &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0.5in 0.0001pt; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;Catatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perspektif Torvalds tentang logo Linux dapat Anda baca di &lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;http://www.linux.org/info/penguin.html&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;. Visualisasi logo lainnya dapat dilihat di &lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;http://www.solluna.org/higgins/linuxlogo/linux.html&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-4431631709418196773?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/4431631709418196773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=4431631709418196773' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/4431631709418196773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/4431631709418196773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/tux-sebagai-logo.html' title='Tux sebagai logo'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-6421099491660015653</id><published>2007-02-19T16:08:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T16:09:37.453+07:00</updated><title type='text'>Linux</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (&lt;i&gt;Gnu Not Unix&lt;/i&gt;) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (&lt;i&gt;source code&lt;/i&gt;). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program. Lisensi lengkap dari GNU, dapat Anda baca di Lampiran III. Penerjemahan lisensi GNU ke dalam Bahasa Indonesia, saat buku ini disusun masih dilakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0.5in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Catatan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;: Literatur lengkap tentang GNU dapat Anda baca di situs web mereka yaitu &lt;/span&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;http://www.gnu.org. &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Anda dapat memperoleh Linux tanpa harus membayar sama sekali. Jika Anda harus membayar tiap kali instal perangkat lunak di lain komputer, maka dengan Linux Anda dapat menginstalnya dimana saja tanpa harus membayar lisensi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (&lt;i&gt;source code&lt;/i&gt;) dan kebebasan untuk mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama keamanan, yang kedua dinamika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Jika perangkat lunak komersial tidak memperkenankan Anda untuk mengetahui kode sumbenya maka Anda tidak akan pernah tahu apakah program yang Anda beli dari mereka itu aman atau tidak (sering disebut &lt;i&gt;security by obscurity&lt;/i&gt;). Hidup Anda di tangan para vendor. Dan jika ada pemberitahuan tentang bug dari perangkat lunak komersial tersebut, seringkali sudah terlambat. Dengan Linux, Anda dapat meneliti kode sumbernya langsung, bersama dengan pengguna Linux lainnya. Berkembangnya pengguna Linux sebagai komunitas yang terbuka, membuat bug akan cepat diketahui, dan secepat itu pula para programmer akan memperbaiki programnya. Anda sendiri juga yang menentukan kode yang cocok sesuai dengan perangkat keras maupun kebutuhan dasar perangkat lunak lainnya untuk dapat diimplementasikan. Ibarat sebuah mobil, Anda bisa memodifikasi sesukanya, bahkan hingga mesin sekalipun, untuk memperoleh bentuk yang diinginkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Keterbukaan kode sumber juga memungkinkan sistem operasi berkembang dengan pesat. Jika sebuah program dengan sistem tertutup dan hanya dikembangkan oleh vendor tertentu, paling banyak sekitar seribu hingga &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ribu orang. Sedangkan Linux, dengan keterbukaan kode sumbernya, dikembangkan oleh sukarelawan seluruh dunia. Bug lebih cepat diketahui dan program penambalnya (&lt;i&gt;patch&lt;/i&gt;) lebih cepat tersedia. Pendekatan pengembangan sistem operasi ini disebut &lt;i&gt;Bazaar&lt;/i&gt;. Kebalikannya sistem &lt;i&gt;Chatedraal&lt;/i&gt; sangat tertutup dan hanya berpusat pada satu atau dua pengembang saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Sebagai tambahan, Linux menyediakan bahasa pemrograman gratis, lengkap dengan kompilernya, maupun program pembantunya. Beberapa diantaranya adalah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0in; color: rgb(204, 0, 0);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;ADA&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;BASIC      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;C      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;C++      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Expect      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;FORTRAN      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;GTK,      untuk membuat aplikasi GUI di Linux &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;PASCAL      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Phyton      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Skrip      Shell &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;TCL      &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;Perl      (&lt;i&gt;The Practical Extraction and Report Language&lt;/i&gt;), sering dipakai      untuk membuat skrip CGI di web. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;h1 style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-6421099491660015653?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/6421099491660015653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=6421099491660015653' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/6421099491660015653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/6421099491660015653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/linux.html' title='Linux'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-7967784219643692374</id><published>2007-02-15T14:47:00.000+07:00</published><updated>2007-02-15T15:01:57.879+07:00</updated><title type='text'>Distro indonesia</title><content type='html'>Pada tanggal 14 Desember 2006, sebuah distro baru di Indonesia telah dirilis, distro bernama &lt;a href="http://kuliax.duniasemu.org/" target="_blank" title="Kuliax Public Voice" onclick="javascript:urchinTracker ('/outbound/article/kuliax.duniasemu.org');"&gt;Kuliax&lt;/a&gt; yang pada rilis-nya kali ini memakai code name “Bakpia”. Distro ini merupakan distribusi sistem GNU/Linux untuk pendidikan di Universitas, khususnya Program Studi Teknologi Informasi atau yang berhubungan seperti Teknik Elektro (TE), Teknik Informatika (TF), Ilmu Komputer (IK), dan lain-lain. Walaupun begitu, distro ini dapat pula digunakan pada Program Studi/Jurusan lain yang membutuhkan perangkat lunak untuk melakukan komputasi seperti Statistik dengan R-base, Pemodelan dengan Octave, dan lain-lain. Versi ini merupakan hasil usaha survei yang cukup mendalam dan penyesuaian dengan kurikulum/silabus Program Studi Teknologi Informasi. &lt;p align="justify"&gt;Kuliax 6.0 merupakan implementasi pertama dari rencana Kuliax Project, sebuah proyek untuk membawa Linux dan Perangkat Lunak Bebas dan Open Source (PLBOS) ke dunia pendidikan di Universitas. Diharapkan distro ini bisa menjadi dasar bagi pengembangan-pengembangan selanjutnya baik teknis seperti distro untuk tiap Program Studi/Jurusan atau aplikasi pendidikan, dan non teknis seperti pembuatan dokumentasi, pameran, seminar, workshop, dst.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;O, iya distro ini merupakan hasil karya rekan saya &lt;a href="http://stwn.ngeblog.net/" target="_blank" title="STWN Blog" onclick="javascript:urchinTracker ('/outbound/article/stwn.ngeblog.net');"&gt;STWN&lt;/a&gt; yang saat ini merupakan ketua &lt;a href="http://jogja.linux.or.id/" target="_blank" title="Web Site KPLI-JOGJA" onclick="javascript:urchinTracker ('/outbound/article/jogja.linux.or.id');"&gt;KPLI-JOGJA&lt;/a&gt;. Distro ini merupakan project untuk tugas akhirnya di Teknik Elektro UGM. O.K. wan, selamat atas kelulusannya dan semoga sukses dengan Kuliax-nya. Buat para pembaca, tertarik untuk mencoba distro baru ini?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-7967784219643692374?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/7967784219643692374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=7967784219643692374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/7967784219643692374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/7967784219643692374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/distro-indonesia.html' title='Distro indonesia'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-5433726677657938017</id><published>2007-02-15T14:44:00.000+07:00</published><updated>2007-02-15T14:45:29.497+07:00</updated><title type='text'>Linux Bukan OS alternatif lagi !!</title><content type='html'>Sejak Linus Torval menyebarkan linux pada tahun 1991, Sepertinya linux berkembang dengan pesat sekali. Bagi negara yang mempunya dan menghargai hukum hak cipta, Linux memang menjadi sebuah pilihan alternatif darai pada membeli Sistem operasi komersial yang harganaya sekian dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal gencar-gencarnya linux di Indoensia sering diadakan seminar dengan tema "Linux sebagai sistem opesari alternatif", dikatakan alternatif karena sistem operasi lain (yang komersial) jauh lebih user friendly (mudah untuk digunakan) dibandingkan dengan linux, namun untuk membeli OS komersial seperti Microsoft Windows 98 ada membutuhkan uang sekitar Rp.1.500.000,- yang isinya hanya sistem operasi (belum termasuk aplikasi pengolahan kata, game, aplikasi multimedia dan sebagainya) sedangkan Linux tidak demikian, jangankan membeli, source code programnya saja boleh anda dapatkan secara cuma-cuma dan dapat dimofikasi sesukanya. Bukan hanya itu, dalam satu paket cd Linux kita dapat menginstall banyak program dari urusan administrasi sampai game dsb, nah itu makanya linux jauh lebih efesien secara finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan di-indonesia yang tidak begitu baik menjalankan hukum dan kurangnya sikap menghargai hak cipta orang lain membuat moral-moral pembajak bersebaran di Indonesia sehingga perkembangan linux agak sulit untuk dilakukan, namun demikian beberapa rekan mengatakan ini maslah beberapa orang di atas saja, jika mereka setuju&lt;br /&gt;HAKI ditegakan, maka hilanglah para pembajak dan tentunya kebutuhan akan komputer tidak akan hllang begitu saja. untuk memenuhi kebutuhan komputer yang ada, tentunya linux adalah pilihan yang tepat karena tidak dipungut biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keadaan tersebut maka linux dikatakan sebagai OS alternatif. TAPI untuk mengatakan hal tersebut untuk saat ini adalah kesalahan besar karena "linux atau GNU/Linux bukan seperti yang dulu lagi", sebagai bukti silahkan anda mencoba untuk menginstall Linux Mandrake 9.1 atau RedHat 8.0 , tapilannya yang bagus serta kebutuhan akan daya yang tidak tinggi serta aplikasi yang siap untuk kerja dan hibura membuat kita memang tidak bisa mengatakan linux sebagai OS alternatif lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Percaya ??, coba buktikan sendiri !!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-5433726677657938017?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/5433726677657938017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=5433726677657938017' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/5433726677657938017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/5433726677657938017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/linux-bukan-os-alternatif-lagi.html' title='Linux Bukan OS alternatif lagi !!'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-1290065045421350624</id><published>2007-02-15T08:16:00.000+07:00</published><updated>2007-02-15T14:31:29.219+07:00</updated><title type='text'>Microsoft Gunakan Linux</title><content type='html'>&lt;pre&gt;&lt;tt&gt;&lt;tt&gt;Awalnya, Microsoft menyatakan bahwa&lt;br /&gt;Linux tidaklah sesuai untuk kalangan enterprise. Tapi&lt;br /&gt;kini, Microsoft sendiri menggunakan Linux untuk melindungi&lt;br /&gt;servernya dari serangan denial-of-service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, menurut artikel yang diposting di situs Netcraft,&lt;br /&gt;pada hari Jumat, Microsoft telah merubah setingan DNS&lt;br /&gt;(domain name system)-nya. Perubahan ini menyebabkan&lt;br /&gt;panggilan terhadap www.microsoft.com tidak lagi diteruskan&lt;br /&gt;ke komputer pada jaringan Microsoft sendiri, tapi akan&lt;br /&gt;ditangani oleh sistem caching Akamai, yang menjalankan&lt;br /&gt;Linux.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akamai menjalankan layanan untuk membantu mempercepat&lt;br /&gt;performa situs dengan copy cache dari web site di banyak&lt;br /&gt;server yang tersebar di berbagai lokasi. Akamai mampu&lt;br /&gt;bertahan dari serangan denial-of-service dengan&lt;br /&gt;menyebarkan serangan ke berbagai server. Dengan&lt;br /&gt;menyebarkan serangan ini ke berbagai server, akan&lt;br /&gt;mengurangi kemungkinkan serangan dari banyak sistem ke&lt;br /&gt;satu server tunggal. Akamai menampilkan pertahanan&lt;br /&gt;tersebar untuk menghadapi serangan denial-of-service.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat artikel di situs Netcraft itu ditulis, Kamis&lt;br /&gt;(21/8/2003), Netcraft melaporkan bahwa www.microsoft.com&lt;br /&gt;masih dioperasikan di atas Linux, meskipun pihak&lt;br /&gt;microsoft.com melaporkan bahwa dirinya beroperasi di atas&lt;br /&gt;Windows Server 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru bicara Microsoft mengatakan, pihak perusahaan&lt;br /&gt;menghargai fakta bahwa para mitra dan vendor mereka&lt;br /&gt;kemungkinan memiliki model bisnis yang berbeda dan&lt;br /&gt;beroperasi pada lingkungan IT yang bermacam-macam. "Tujuan&lt;br /&gt;utama Microsoft adalah melakukan apa saja untuk membantu&lt;br /&gt;konsumen membasmi Blaster untuk melindungi komputer&lt;br /&gt;mereka... Microsoft saat ini menggunakan Akamai untuk&lt;br /&gt;mendistribusikan trafic yang tengah disusupkan ke&lt;br /&gt;Microsoft oleh para hacker," kata jubir itu dikutip&lt;br /&gt;Techweb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Worm Blaster yang menyerang internet minggu lalu. Worm&lt;br /&gt;tersebut dirancang agar hari Sabtu lalu situs&lt;br /&gt;windowsupdate.com dibanjiri dengan serangan berupa&lt;br /&gt;denial-of-service. Akan tetapi, windowsupdate.com bukanlah&lt;br /&gt;situs Microsoft, itu alamat situs palsu yang digunakan&lt;br /&gt;Microsoft untuk membawa versi update dari Windows. Sampai&lt;br /&gt;hari Sabtu lalu, Microsoft telah mengeset&lt;br /&gt;windowsupdate.com untuk di-redirect ke&lt;br /&gt;windowsupdate.microsoft.com; Microsoft melindungi dirinya&lt;br /&gt;sendiri dengan menonaktifkan redirection tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redirection adalah suatu teknik untuk memindahkan&lt;br /&gt;pengunjung ke suatu halaman website ketika alamatnya telah&lt;br /&gt;dirubah sementara pengunjung sudah terbiasa dengan alamat&lt;br /&gt;lama. Juru bicara Akamai menolak memberikan keterangan,&lt;br /&gt;kecuali menyatakan bahwa Microsoft adalah konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya aneh mengetahui bahwa Microsoft menggunakan Linux.&lt;br /&gt;Selama ini, Microsoft menganggap Linux sebagai saingan&lt;br /&gt;terbesarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu, John Connors, CFO Microsoft, menyebutkan bahwa&lt;br /&gt;Linux adalah ancaman nomor 2 bagi perusahaan. Sedangkan&lt;br /&gt;ancaman nomer 1 adalah kondisi ekonomi secara umum. Hampir&lt;br /&gt;satu dari lima perusahaan kecil dan menengah menggunakan&lt;br /&gt;Linux pada desktop mereka. Analoginya seperti bos McDonald&lt;br /&gt;yang ketahuan makan di Burger King. (ballack)&lt;/tt&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-1290065045421350624?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/1290065045421350624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=1290065045421350624' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/1290065045421350624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/1290065045421350624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/microsoft-gunakan-linux.html' title='Microsoft Gunakan Linux'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-1549087978243113914</id><published>2007-02-09T08:09:00.000+07:00</published><updated>2007-02-09T08:13:15.588+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ElqpkmCNgpI/RcvKrE98sUI/AAAAAAAAAAM/OtHLrvTjPlY/s1600-h/linux3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ElqpkmCNgpI/RcvKrE98sUI/AAAAAAAAAAM/OtHLrvTjPlY/s320/linux3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5029336250306048322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Logo komunitas Stmik Jakarta Tapi untuk sementara waktu saja karena masih ada perbaikan lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-1549087978243113914?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/1549087978243113914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=1549087978243113914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/1549087978243113914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/1549087978243113914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/logo-komunitas-stmik-jakarta-tapi-untuk.html' title=''/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ElqpkmCNgpI/RcvKrE98sUI/AAAAAAAAAAM/OtHLrvTjPlY/s72-c/linux3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-7640842136104084603</id><published>2007-02-09T07:42:00.000+07:00</published><updated>2007-02-09T01:38:23.385+07:00</updated><title type='text'>KSL Stmik jakarta</title><content type='html'>Kelompok Studi Linux adalah sebuah komunitas mahasiswa yang interest dalam dunia Open Source/Linux,&lt;br /&gt;   Kelompok Studi Linux stmik jakarta didirikan pada tahun 2007 oleh&lt;br /&gt;beberapa mahasiswa dan dalam perjalanannya telah ikut mewarnai perkembangan IT di indonesia dengan menulis modul, artikel maupun mendirikan lembaga pendidikan/kursus yang&lt;br /&gt;mengajak dalam studi, penggunakaan dan pengembangan Open Source Software (OSS).&lt;br /&gt;Sebagai sebuah organisasi KSL Stmik jakarta memiliki 3 misi, yaitu:&lt;br /&gt;Pertama adalah fungsi sosial, KSL sebagai sebuah organisasi melakukan sosialisasi dalam penggunaan Open Source/Linux sebagai solusi untuk membebaskan masyarakat dalam penggunaan perangakat lunak dengan cara yang halal, sah dan legal, melakukan installface, sharing, penulisan buku, modul, artikel, seminar, workshop, training dll.&lt;br /&gt;Kedua adalah fungsi edukasi, mendorong kepada anggota, mahasiswa dan masyarakat umum untuk menggunakan Open Source Software (OSS) sebagai platform belajar dan aktifitas keseharian, yang tertuang dalam konsep Open Source Campus Agreement (OSCA) yang merupakan kesepakatan moral institusi kampus dan mahasiswa untuk menggunakan platform Open Source sebagai solusi yang efisien, murah tetapi handal, sehingga diharapkan&lt;br /&gt;sebagian besar pembiayaan infrastrukrur IT dapat lebih diarahkan kepada sisi pengembangan sumber daya manusia (SDM)&lt;br /&gt;Ketiga adalah riset dan bisnis, KSL Stmik jakarta membentuk sebuah group yang lebih intens dalam mengeksplorasi Open Source Software (OSS) yang disebut Open Source Research Group (OSRG) yang berisikan anggota KSL Stmik jakarta yang direkrut berdasarkan standarisasi kompetensi di bidang Open Source/Linux, sehingga diharapkan menghasilkan penelitian yang berharga.&lt;br /&gt;     Untuk itu marilah kita dukung KSl Stmik jakarta Cayoo....... KSl stmik jakarta!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-7640842136104084603?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/7640842136104084603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=7640842136104084603' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/7640842136104084603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/7640842136104084603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/ksl-stmik-jakarta.html' title='KSL Stmik jakarta'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-954173568203204214</id><published>2007-02-08T20:43:00.000+07:00</published><updated>2007-02-08T20:42:57.530+07:00</updated><title type='text'>distro</title><content type='html'>Di linux mempunyai distribution store (distro) yaitu mandriva,fedora,knoppix,ubunt, suse,trustix,slackware,redhat,debian dan masih banyak yang lainnya lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-954173568203204214?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/954173568203204214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=954173568203204214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/954173568203204214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/954173568203204214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/distro.html' title='distro'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2665500361863352955.post-8045665843663509852</id><published>2007-02-08T16:48:00.000+07:00</published><updated>2007-02-08T20:42:27.629+07:00</updated><title type='text'>komunitas linux</title><content type='html'>Komunitas Study Linux Stmik Jakarta didirikan pada tanggal 2 februari 2007 oleh 5 orang mahasiswa stmik jakarta yaitu irwansyah,rizki zulfika,shandi norris,wahyu nugroho dan panji .organisasi ini bertujuan untuk mengenalkan linux untuk semua kalangan khususnya mahasiswa stmik jakarta yang beralamat di jl.radio dalam kebayoran baru jakarta selatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2665500361863352955-8045665843663509852?l=ksl-stmikjakarta.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/feeds/8045665843663509852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2665500361863352955&amp;postID=8045665843663509852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/8045665843663509852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2665500361863352955/posts/default/8045665843663509852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ksl-stmikjakarta.blogspot.com/2007/02/komunitas-linux.html' title='komunitas linux'/><author><name>Komunitas Studi Linux Stmik Jakarta</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00800123284522144337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
